Museum Soenda Ketjil - Museum in Singaraja, Singaraja | Reviews, Photos & Information on Postcard
Museum Soenda Ketjil
Museum · Singaraja ·
Museum Soenda Ketjil
Museum · Singaraja ·
Museum of Sunda Kecil history, Bali, NTB, NTT
edukasi sejarah bali
wisata edukasi anak
history of the region
free museum
historical building
family friendly
wheelchair accessible
Information
Jl. Pelabuhan Buleleng, Kp. Bugis, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali 81114, IndonesiaGet directions
Restroom
Family friendly
Wheelchair accessible entrance
You might also like
Debbie L.
Google
A nice little museum capturing a brief history of the once important Spends Ketjil region. The displays are in Indonesian language but there are translations in English on cards. Interesting history about how the area was once the capital before they moved it to Denpasar.
Yudi A.
Google
Nice
Gede Putra K.
Google
Museum
Desiana Anggreini P.
Google
Hmm… dari berbagai museum ini yang paling tidak rekomendasi, penjelasannya gk menarik, dan hanya kertas print, beberapa peninggalan dan hanya 1 ruangan terbagi menjadi 4 tempat sudah begitu saja
Agung W.
Google
Terletak di kawasan wisata Ex. Pelabuhan Buleleng. Museum ini Gratis ! dan baru diresmikan tahun lalu. Museum ini mengajak kita untuk bernostalgia ke masa lalu, mulai dari Zaman Raja Buleleng hingga masa Gubernur Provinsi Sunda Kecil yang pertama dan terakhir. Jadi, Silakan datang atau luangkan waktu apabila datang ke kawasan wisata Ex. Pelabuhan Buleleng.
Manik A.
Google
Baru ngeh ternyata bangunan klasik ini Museum Soenda Ketjil, tapi lagi tutup hari raya Idul Fitri
Lutvi Febri A.
Google
Tempat edukasi sejarah Bali, terutama Buleleng..
Sangat bagus untuk wisata edukasi anak dan pelajar (TK/RA, SD/MI, SMP/MTS).. terdapat penjual makanan di area parkir dan saat sore hari ada tempat bermain untuk anak 👍
Ryana Y.
Google
jujur, sebenarnya tempat nya berpotensi buat jadi tempat wisata yang menarik bagi turis asing dan lokal, seperti di denpasar. tapi sepertinya kurang terawat dan tidak diregenerasi oleh pemerintah setempat, jadi tempat nya banyak sampah, pedagang pun ga beraturan